antarmuka LED September 20, 2007
Posted by edipermadi in Uncategorized.add a comment
LED merupakan singkatan dari Light Emitting Diode. LED merupakan komponen aktif semikonduktor bipolar. LED hanya dapat menghantarkan arus 1 arah saja.
Karena hemat daya, ekonomis dan tahan lama. LED banyak digunakan sebagai indikator visual, transmisi sinyal bahkan penerangan.
Artikel ini membahas bagaimana membuat antarmuka rangkaian digital dengan LED.
Secara umum antamuka rangkaian digital dengan LED dapat dilakukan dengan 2 cara:
- Menghubungkan anoda dengan Vcc dan keluaran rangkaian digital dengan katoda. Pada modus ini, LED akan menyala jika keluaran rangkaian digital berada pada kondisi logika “0″
- Menghubungkan katoda dengan Gnd dan keluaran rangkaian digital dengan anoda. Pada modus ini, LED akan menyala jika keluaran rangkaian digital berada pada kondisi logika “1″
Pada rangkaian digital, cara pengantarmukaan yang pertama memberikan lebih banyak keuntungan, sehingga lebih banyak diterapkan. Pada modus ini rangkaian digital hanya difungsikan untuk menyerap arus dan mengubungkan rangkaian ke ground.
Lebih jauh lagi, dalam pengantarmukaan LED dikenal juga multiplexing. multiplexing
merupakan cara pendayagunaan I/O yang terbatas jumlahnya, untuk menangani jumlah LED yang banyak. Prinsipnya, LED dinyalakan satu per satu pada frekwensi tertentu hingga seolah olah terlihat menyala semua.
Jika dikelompokkan cara pengantarmukaan LED secara multipleks datat diimplementasikan dengan 6 cara:
- multiplexing paralel ke serial, dengan bantuan shift register.
- multiplexing semi serial, dengan bantuan shift register.
- multiplexing coded paralel & paralel, dengan bantuan decoder/demultiplexer
- multiplexing dengan matrikx LED.
- multiplexing multibit synchronous shifting, dengan bantuan shift register/flip-flop
- multiplexing dengan pemasangan LED secara komplementer
artikel selengkapnya dapat dibaca dan didownload dari link berikut:
File : antarmuka LED